Karena Corona, Otomotif Cina Amblas
Sampai hari ini, industri
otomotif di China masih belum bangkit dari keterpurukan. Virus Corona membuat
industri otomotif di negeri itu berantakan. Dari Januari sampai awal Maret 2020
diperkirakan anjlok hingga 92 persen. Angka penjualan mobil pada Januari dan
Februari 2020 bahkan terjun bebas sampai 83 persen. Banyak dealer di seluruh Cina yang masih tutup.
Bengkel-bengkel tidak beroperasi untuk melayani konsumen. Selain tidak ada
konsumen yang datang, bengkel juga tidak mau buka karena meliburkan
karyawannya.
Kematian akibat COVID-19 di Cina
sendiri tercatat sudah di atas 3000 orang dan lebih dari 23.000 kasus Corona
terjadi.
Sampai saat ini, industri
otomotif Cina masih tiarap. Produksi mobil nasionalnya mandek. Padahal Cina
merupakan pasar mobil terbesar di dunia, dengan angka penjualan mobil tahun
2019 lalu hampir menyentuh 25 juta unit. Wuhan sendiri, sebagai kota pertama
berjangkitnya Corona, dikenal dengan sebutan ‘motor city’ karena di kota ini
berlokasi pabrik General Motors, Honda, Nissan, Peugeot Group dan Renault. Sebanyak 50 persen dari total produksi Honda di Cina
dihasilkan dari kota ini. Pada tahun 2019, PropinsiHubei tempat Wuhan berlokasi
merupakan produsen mobil terbesar keempat di Cina dengan kapasitas produksi 10
persen dari kapasitas nasional atau menghasilkan 2,24 juta unit kendaraan.
Fathur Rachman Anasri (1730303008)
Asosiasi Passenger Car Cina
(CPCA) meramalkan penjualan mobil di Cina pada enam bulan pertama 2020 bakal
merosot 10 persen. Sedangkan selama setahun penuh diramalkan merosot 5 persen.
Kalau pabrik-pabrik mobil di Tirai Bambu masih ditutup sampai pertengahan
Maret, produksi mobil di Cina bakal berkurang 1,7 juta unit.
Komentar
Posting Komentar