RAMADHAN DI TENGAH WABAH
FATHUR RACHMAN ANASRI
1730303008
KPI JURNALISTIK
Ramadhan tahun ini sangat berbeda dari Ramadhan-ramdahan sebelumnya. Seluruh media di Dunia sibuk mengabarkan mengenai wabah yang sangat berbahaya, yaitu covid-19. Ramadhan di tengah wabah menjadi sebuah tantangan bagi umat muslim di seluruh dunia, begitu banyaknya halangan dan rintangan yang mesti dilalui di Ramadhan kali ini. Mulai dari maslah ekonomi, social, dan ibadah di Masjid pun terpaksa di hentikan. Suara ceramah, taraweh berjamaah, ramenya ngabuburit di sore hari mulai dirindukan saat ini. Pemerintah menghimbau agar masyarakat tetap berada di rumah pada Ramadhan kali ini agar tidak terkena covid-19.
Covid-19 merupakan sebuah virus yang pertama kali terjadi di Wuhan, CIna dan sekarang telah menyebar ke seluruh Dunia. Negara yang terkena serangan virus ini mulai merasakan sulitnya ekonomi, karena proses perdagangan mulai di batasi, hanya kebutuhan pokok dan obat-obatan yang di bolehkan beroperasi. Para penyedia jasa transportasi juga sudah di batasi, perbatasan-perbatasan di jaga ketat, susahnya akses keluar masuk daerah menjadikan matinya ekonomi penyedia jasa transportasi.
Dalam mencegah meluasnya covid-19 pemerintah di Indonesia telah melakukan berbagai cara seperti melakukan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) banyak hal yang harus di patuhi masyarakat di tengah PSBB ini, yaitu :
Dilarang keluar rumah kecuali ada kepentingan
Dilarang mudik
Dilarang kumpul-kumpul di luar rumah
Melakukan ibadah di rumah
Penjagaan ketat di tiap-tiap perbatasan
Lembaga pendidikan di pindahkan melalui daring
Dan masih banyak hal-hal yang harus di patuhi oleh masyarakat
Mungkin bosan rasanya hanya berdiam diri di rumah saja, namun demi mencegah tidak meluasnya covid-19 ini masyarakat harus bias tahan dan mematuhi apa yang dikatakan oleh pemerintah demi terjaga dan selamatnya diri sendiri dan keluarga. Memang sulit ramadhan kali ini ujian ini bisa membuat kita sabar dan pahala kesabaran mengalir deras karnanhya.
1730303008
KPI JURNALISTIK
Ramadhan tahun ini sangat berbeda dari Ramadhan-ramdahan sebelumnya. Seluruh media di Dunia sibuk mengabarkan mengenai wabah yang sangat berbahaya, yaitu covid-19. Ramadhan di tengah wabah menjadi sebuah tantangan bagi umat muslim di seluruh dunia, begitu banyaknya halangan dan rintangan yang mesti dilalui di Ramadhan kali ini. Mulai dari maslah ekonomi, social, dan ibadah di Masjid pun terpaksa di hentikan. Suara ceramah, taraweh berjamaah, ramenya ngabuburit di sore hari mulai dirindukan saat ini. Pemerintah menghimbau agar masyarakat tetap berada di rumah pada Ramadhan kali ini agar tidak terkena covid-19.
Covid-19 merupakan sebuah virus yang pertama kali terjadi di Wuhan, CIna dan sekarang telah menyebar ke seluruh Dunia. Negara yang terkena serangan virus ini mulai merasakan sulitnya ekonomi, karena proses perdagangan mulai di batasi, hanya kebutuhan pokok dan obat-obatan yang di bolehkan beroperasi. Para penyedia jasa transportasi juga sudah di batasi, perbatasan-perbatasan di jaga ketat, susahnya akses keluar masuk daerah menjadikan matinya ekonomi penyedia jasa transportasi.
Dalam mencegah meluasnya covid-19 pemerintah di Indonesia telah melakukan berbagai cara seperti melakukan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) banyak hal yang harus di patuhi masyarakat di tengah PSBB ini, yaitu :
Dilarang keluar rumah kecuali ada kepentingan
Dilarang mudik
Dilarang kumpul-kumpul di luar rumah
Melakukan ibadah di rumah
Penjagaan ketat di tiap-tiap perbatasan
Lembaga pendidikan di pindahkan melalui daring
Dan masih banyak hal-hal yang harus di patuhi oleh masyarakat
Mungkin bosan rasanya hanya berdiam diri di rumah saja, namun demi mencegah tidak meluasnya covid-19 ini masyarakat harus bias tahan dan mematuhi apa yang dikatakan oleh pemerintah demi terjaga dan selamatnya diri sendiri dan keluarga. Memang sulit ramadhan kali ini ujian ini bisa membuat kita sabar dan pahala kesabaran mengalir deras karnanhya.
Komentar
Posting Komentar