Peran Kepemimpinan Kepala Sekolah dalam Manajemen Mutu Terpadu di Masa Pandemi Covid-19
Realita pendidikan sekarang dihadapkan
pada berbagai masalah terkait dengan mewabahnya Viru Corona yang mulai melonjak
sejak awal tahun ini. Untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19 di lingkungan sekolah,
maka terjadinya perubahan moda belajar mengajar sejak dikeluarkannya Surat Edaran
Mendikbud Nomor 4 Tahun 2020.
Nadiem Anwar Makarim menginstruksikan
agar proses pembelajaran dilakukan dari rumah. Pelaksanaan Kebijakan pendidikan
dalam Masa Darurat Penyebaran Covid-19. Kebijakan tersebut diambil sebagai pilihan
agar pembelajaran tetap berlangsung meski dengan berbagai penyesuaian di tengah
krisis kesehatan akibat Covid-19. Pemerintah memutuskan untuk tetap melaksanakan
proses pembelajaran namun dengan cara yang disesuaikan dengan keadaan dan sumber
daya sekolah tersebut.
Muhajir Effendy (Menko PMK)
menegaskan bahwa perlunya langkah-langkah kreatif, terutama dalam dunia pendidikan
untuk menyelamatkan Indonesia dari kehilangan generasi (lost generation) di masa depan. (dikutip dari Bisnis.com
25/10/2020)
Perubahan pola belajar mengajar atau
pun operasional sekolah menuntut semua warga sekolah terutama kepala sekolah untuk
lebih adaptif dengan situasi dan kondisi sehingga tujuan pendidikan tetap bisa terwujud.
Kepala sekolah memegang peranan penting
dalam membuat kebijakan-kebijakan terkait manajemen pada masa pandemic ini,
khususnya agar pendidikan tetap berjalan walaupun kondisi darurat. Arifin dalam
Astina (2020) menjelaskan bahwa kegagalan-kegagalan lembaga pendidikan seringkali
disebabkan oleh kualitas dan efektivitas keputusan-keputusan dan tindakan-tindakan
yang diambil oleh kepala sekolah sebagai pemimpin.
Kepemimpinan merupakan merupakan salah
satu fungsi manajemen yang sangat penting untuk mencapai tujuan organisasi. Kepemimpinan
menurut Tannenbaum, Wesler dan Massarik dalam Wahjosumidjo dalam Gunawan (2017)
adalah kemampuan seseorang dalam mempengaruhi orang lain dengan sengaja dalam suatu
situasi melalui proses komunikasi, untuk mencapai tujuan atau tujuan-tujuan tertentu.
Namun, dalam perspektif Total
Quality Management (TQM), definisi kepemimpinan yang diberikan oleh Goetschdan
Davis dalam Gunawan (2017) adalah kemampuan untuk membangkitkan semangat orang
lain agar bersedia dan memiliki tanggungjawab total terhadap usaha mencapai atau
melampaui tujuan organisasi.
Menurut Sallis (2010: 59) TQM adalah
tentang usaha menciptakan sebuah kultur mutu, yang mendorong semua anggota stafnya
untuk memuaskan para pelanggan. Pemimpin dalam manajemen mutu terpadu adalah
orang yang bertanggungjawab total untuk mencapai tujuan organisasi.
Kepemimpinan pendidikan mutu dalam pendidikan
memiliki peran yang sangat penting dalam kaitannya dengan pemberdayaan guru dan
para staff untuk bekerjasama dalam satu tim yang solid dalam pelaksanaan tugas-tugas
belajar mengajar pada masa pandemi ini. Implementasi peran kepemimpinan dalam mewujudkan
TQM berkaitan dengan perencanaan mutu, pengawasan mutu dan perbaikan mutu. Perencanaan
mutu berkaitan dengan visi, misi dan tujuan sekolah dalam rangka menghasilkan peserta
didik yang berkualitas, mengembangkan perencanaan pembelajaran sesuai dengan situasi
dan kondisi.
-Robi

Komentar
Posting Komentar