Kehidupan Seorang Petani

 

Seorang wanita yang memiliki postur tubuh tinggi gemuk, hidung pesek, dengan rambut yang keriting, ia bernama lismawati yang biasa dipanggil dengan sebutan  lis tando di sebuah desa talang tangah. Lis tando sudah berumur sekitar  45 tahun. Wanita yang bekerja serabutan ini terkadang bekerja sebagai petani dan tukang cuci pakaian. Tapi ia lebih sering bekerja sebagai petani. Dia bekerja disawah orang lain karena ia tidak memiliki sawah sendiri. Pekerjaan sebagai petani dilakukan jika ada tetangga yang meminta bantuan tenaganya disawah. Jika tidak ada tetangga yang meminta bantuan disawah, ia berusaha menawarkan tenaga nya untuk mencuci pakaian. Upah yang didapatnya dari hasil bertani dan mencuci pakaian tiaklah seberapa, belum bisa mencukupi kebutuhan keluarganya.

Diwajahnya sudah terlihat kerut-kerutan dan terlihat rasa lelah sedang menghampirinya. Wajhnya yang hitam mungkin akibat dari terkena sinar matahari saat bekerja di sawah. Wajahnya terlihat lenih tua,padahal umurnya jauh lebih muda dari wajahnya. Kehidapan nya jika dilihat dari jauh terlihat baik-baik saja, akan tetapi jika kita lihat dari dekat mulai terlihat kesedihan, untuk makan saja mengalami kesulitan. Jika tidak mengumpulkan uang, terkadang dirinya harus berhutang pada pedagang sayuran terlebih dahulu.

Ada sesuatu hal yang membuat dirinya bersedih, saat anaknya jatuh sakit terdapat darah yang keluar dari hidung dan mulut anaknya. Anaknya sakit ketika dia tidak memiliki uang. Anaknya berumur 18 tahun, anaknya memiliki postur tubuh yang kurus, pendek dan  berhidung mancung. Dirumah maupun disekolah anaknya selalu diremehkan oleh orang-orang yang derajatnya lebih tinggi. Anaknya sekolah berjalan kaki karena tidakn ada biaya untuk membayar ongkos. Uang sekolah pun masih menunggak berbulan-bulan.

Rumah yang ia tempati sangat memprihatinkan, lantainya hanya tanah dan dilapisi tikar tipis, temboknya tidak dilapisi batu bata dan semen, rumah itu seperti gubuk dan gubuk itu terdapat bagian yang sobek-sobek dan tak sempurna lagi. Dan pada malam hari sudah pasti mereka kedinginan, rumah itu sangat sempit dan terlihat kumuh dan tempat tidurnya tebuat dari bambu yang dilapisi daun ilalang saja. (rmd)

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KEINDAHAN GERABAH GALOGANDANG YANG MENDUNIA

Boyan kaliang di pasar malam payakumbuh miring, petugas segera evakuasi pengunjung

Ini Dia Keju Lasi Wisata Edukasi Pertama Di Sumatera Barat