Postingan

RAMADHAN DI TENGAH WABAH

FATHUR RACHMAN ANASRI 1730303008 KPI JURNALISTIK Ramadhan tahun ini sangat berbeda dari Ramadhan-ramdahan sebelumnya. Seluruh media di Dunia sibuk mengabarkan mengenai wabah yang sangat berbahaya, yaitu covid-19. Ramadhan di tengah wabah menjadi sebuah tantangan bagi umat muslim di seluruh dunia, begitu banyaknya halangan dan rintangan yang mesti dilalui di Ramadhan kali ini. Mulai dari maslah ekonomi, social, dan ibadah di Masjid pun terpaksa di hentikan. Suara ceramah, taraweh berjamaah, ramenya ngabuburit di sore hari mulai dirindukan saat ini. Pemerintah menghimbau agar masyarakat tetap berada di rumah pada Ramadhan kali ini agar tidak terkena  covid-19. Covid-19 merupakan sebuah virus yang pertama kali terjadi di Wuhan, CIna dan sekarang telah menyebar ke seluruh Dunia. Negara yang terkena serangan virus ini mulai merasakan sulitnya ekonomi, karena proses perdagangan mulai di batasi, hanya kebutuhan pokok dan obat-obatan yang di bolehkan beroperasi. Para penyedia jasa t...

Corona bukan halangan untuk tetap bertahan hidup

Corona Bukan Halangan Untuk Tetap Bertahan Hidup Cukup sulit bertahan hidup ditengah masa pandemik Corona saat ini. Jutaan pekerja kehilangan mata pencaharian. Di PHK massal demi mengutamakan keselamatan. Di larang berjualan demi memutus penyebaran wabah. Di kurung dalam rumah dengan alasan nyawa lebih utama. Bagi mereka yang bisa dibilang golongan menengah ke atas, masa sulit seperti ini mungkin terasa biasa saja. Publik figur, bos perusahaan ataupun para PNS sepertinya tidak terlalu tersendat menghadapi situasi ini. Selalu ada pundi-pundi rupiah yang mengalir deras masuk ke rekening mereka. Terlebih mereka yang sudah menyiapkan persediaan jauh-jauh hari. Seakan masa pandemi ini mereka jadikan ajang hibernasi dari aktivitas mereka selama ini. Namun, apakah terpikir bagi kita bagaimana nasib mereka yang dikategorikan golongan menengah ke bawah? Para buruh kasar yang menggantungkan nasib pada situasi yang tak menentu. Para pedagang di pasar yang mengharapkan uang dari saku pembeli. ...

Ardy: dari petani untuk calon sarjana jurnalis

Ardy: Dari Petani Untuk Calon Sarjana Jurnalis Kesadaran bahwa pendidikan begitu penting bagi adiknya dan kewajiban menuntut ilmu menjadi penyemangat bagi Ardy untuk memperjuangkan keinginan adiknya menjadi calon sarjana Jurnalis. Tak mengenal apa pekerjaan yang ia lakoni dan tak perduli berapa besar biaya yang ia keluarkan demi membiayai kuliah adiknya. Sejak tahun 2017, adiknya mulai duduk dibangku perkuliahan. Bermodalkan hasil ladang yang didapatkan ketika musim panen lalu yang hasilnya dibagi dengan pemiliki ladang, meskipun begitu ia mampu memasok kebutuhan biaya yang harus dibayarnya. Mulai dari pembayaran SPP jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam Konsentrasi Jurnalistik yang agak mahal, semua pembayaran di kampus hingga pembayaran uang kos. Ardy adalah seorang petani di sebuah desa yang terletak di Kecamatan Harau, Kab. 50 Kota. Umurnya sudah mencapai 30 tahun dan belum menikah, tapi tak menghalangi niat baik adiknya untuk menuntut ilmu. Dia tak pernah bosan menjalankan rut...

Pandemi corona, masyarakat tetap bekerja

Pandemi corona,  masyarakat tetap bekerja Pandemi corona yang melanda dunia bahkan indonesia telah menyebabkan banyak kematian.  Dengan demikian, pemerintah menghimbau agar masyarakat tetap di rumah aja. Pada tanggal 23 april 2020 PSBB (pembatasan sosial berskala besar) sudah mulai dilakukan diberbagai daerah, termasuk Nagari Pitalah Jorong Rampanai. Dengan diberlakukannya PSBB, warga Nagari Pitalah  ada yang mematuhi aturan tersebut dan ada pula yang tidak. Maidiwan, salah seorang warga pitalah yang bekerja di padang panjang. Sejak pemerintah memberlakukan psbb Maidiwan tetap bekerja seperti biasa,  "Walaupun lockdown pun dan psbb diberlakukan sejak pandemi corona saya masih bekerja seperti biasa,  mau gimana lagi klo saya tidak kerja anak dan istri saya mau makan apa? ". Ucap Maidiwan (40) Bedanya dulu bekerja tidak menggunakan masker tetapi sekarang Maidiwan selalu menggunakan masker ketika hendak  pergi bekerja. "dengan keadaan sekarang ini saya jaga...

Corona, karenamu semuamenjadi hambar

Corona, Karenamu Semua  Menjadi Hambar Minggu ketiga sudah di laksanakan oleh pemerintah PSSB ( pembatasan  sosial berskala besar) semua perekonomian lumpuh, raut wajah ojek pengkolan kusut tidak ada lagi customer dan tidak tahu nanti mau makan apa, pedagang hanya termenung tidak ada pembeli,dan tempat aku berkerja tutup tidak ada lagi  pendapatan,  semenjak virus yang pertama kali muncul di  kota wuhan, China.hingga tersebar keseluruh Dunia, dan sampai di Indonesia dan program PSSB dari pemerintahpun di terapkan. Menyebar kapan badai ini akan  berlalu? Semua hanya di rahasia Tuhan, dan habis nya pun di tangan Tuhan. Semakin hari semakin bertambah, positif corona semakin menjadi seperti ombak yang menghempas batu karang yang begitu cepat.Virus kecil kasat mata ini sangat rentan menyebar melalui udara dan sentuhan sesama manusia , bermacam cara di lakukan untuk memutus rantai penyebaran virus ,semua instalasi pemerintah bekerja sama, kesatuan Polri, Tni, ...

Tips jitu menulis karya blog bagi pemula

Tips Jitu Menulis Karya di Blog bagi Pemula Menulis merupakan salah satu kegiatan yang banyak digemari baik itu kalangan remaja maupun dewasa. Hobi menulis tidak hanya mampu memperkaya pengetahuan dan memberikan informasi saja, melainkan bisa menjadi sebuah pekerjaan yang menghasilkan uang. Apalagi dengan teknologi yang serba canggih ini mampu menyalurkan hobi menjadi sebuah penghasilan baru. Dengan perubahan gaya hidup dan bisa menghasilkan uang melalui menulis, maka tulisan serta konten yang ada di blog perlu dibuat secara maksimal. Itu berarti kita perlu belajar menulis dengan baik agar mendapatkan banyak pembaca. 1. Mencari topik yang paling dikuasai saat ingin ditulis Saat ingin belajar menulis blog perlu dipastikan untuk memulainya dengan topik yang paling dikuasai. Bila lebih menyukai topik tulisan bertema traveling atau kuliner, usahakan tidak keluar dari tema topik tersebut dan memilih menulis mengenai otomotif. Disadari atau tidak saat menguasai topik tertentu, maka mem...

Dari bau-bau mencari sembuh

Dari Bau-Bau Mencari Sembuh   Usia Andini masih tiga bulan. Tapi di usia sebelia itu ia sudah harus menempuh perjalanan darat dan laut semalaman  dari Kota Bau-Bau, Sulawesi Tenggara ke Makassar.  Perjalanan itu pastilah semakin berat buat si bayi malang karena kepalanya kian membesar didera penyakit hydrocephalus. Ditemui Tempo siang tadi di salah satu kamar  di kantor Radio Suara Celebes FM, Dini terlihat tenang.  Tak ada suara. “Dia tidak rewel,” kata ayah Sabaruddin. Sabar berkisah, ia bersama istrinya Mawar tiba di Makassar dua hari silam untuk mencari pengobatan. Sejak lahir, kata dia, kepala Andini memang kelihatan lebih besar dari pada ukuran lazim kepala bayi yang baru lahir. Kini, kepalanya lebih besar ketimbang ukuran kepala orang dewasa. Alis matanya tertarik ke atas, dan urat-urat kepalanya juga  timbul dan terlihat jelas.Menurut Mawar, tanda-tanda kalau Dini bakal terkena penyakit sudah dirasakannya sejak hamil.  “Perut saya selal...